Jumat, 09 Desember 2011
Permohonan Maaf Atas Kemarahan Filsafatku
Belajar berfilsafat dari posting tersebut yang saya pahami bahwa kita dapat berpikir dengan bijak dalam melakukan filsafat. Kemarahan filsafat merupakan suatu penalaran bahwa berfilsafat itu adalah langkah dalam belajar bersikap bijak dari kesesuaian pemikiran para filsuf dalam tatanan ilmu spiritual.
Permohonan Maaf Atas Kesombongan Filsafatku
Berfilsafat menuntut kita untuk berpikir secara intensif dan ekstensif. Oleh karena pemikiran kita yang semakin luas, bisa menjadi bumerang buat kita dan kita harus bisa berhati-hati dalam mengeluarkan pemikiran yang bisa berakibat adanya kesombongan yang terkandung dari pemikiran tersebut.
Sesungguhnya apabila kita memikirkan sesuatu dan ingin mengutarakannya maka tanyakan pada hati kita apakah itu semua sudah benar, karena diri dan pikiran kita dipengaruhi oleh hati.
Sesungguhnya apabila kita memikirkan sesuatu dan ingin mengutarakannya maka tanyakan pada hati kita apakah itu semua sudah benar, karena diri dan pikiran kita dipengaruhi oleh hati.
Kamis, 08 Desember 2011
Permohonan Maaf atas Kelancangan Filsafatku
Dalam filsafat benar dan salah itu relatif, tergantung dari konteks kita berpikir dan menurut pemikiran filsuf siapa. Sesungguhnya berfilsafat adalah berpikir tentang yang ada dan mungkin ada, apabila dari pemikiran benarnya kita salah dari pandangan sang Penguasa maka kita perlu merefleksikan ilmu fisafat kita dengan ilmu spiritual kita agar ilmu filsafat kita menuju ke ilmu spiritual kita. Karena sesungguhnya yang Maha Benar hanyalah ALLAH.
Permohonan Maaf Arogansi Filsafatku
Panggilan nama dengan sopan...??? itu yang selalu kita budayakan pada kehidupan kita dinegara tercinta ini. Akan tetapi bagaimana dengan para ahli atau para filsuf yang banyak mengkontribusikan ilmunya kepada kita atau generasi seterusnya, rasa hormat kita tidak hanya dengan panggilan yang sopan, tetapi dengan mempelajari dan memahami ilmu yang sebenarnya mereka berikan kepada kita. Sesungguhnya, panggilan dengan nama itu juga memberikan makna dekatnya kita dengan para filsuf melalui pemikiran mereka.
Surat Pembaca
Pendapat saya:
1. untuk mengelompokkan siswa yang lower itu kurang baik, karena dapat mengganggu mental psikologi pembelajaran siswa. Seharusnya guru lebih kreatif untuk menanggulangi bagaimana metode agar bisa menyeimbangkan perbedaan kemampuan yang ada dalam satu kelas.
2. Skala penilaian tersebut baik, akan tetapi penilaian pada kelas multiple Intelligence sangat diharapkan menggunakan skala yang besar agar dapat dinilai secara detail kemampuan tiap-tiap siswa.
3. Alokasi waktu tersebut sudah cukup untuk anak SD, karena anak SD masih dikatakan dalam taraf belajar dan bermain. Oleh karena itu, alokasinya jangan terlalu lama agar siswa dapat diberikan kesempatan untuk bermain, supaya siswa tidak terlalu tertekan.
4. Kisaran angka yang relatif kecil sudah tepat untuk siswa SD, dikarenakan yang dibutuhkan dalam pembelajaran matematika adalah memahami konsep bukan hanya menghitung angka yang besar.
1. untuk mengelompokkan siswa yang lower itu kurang baik, karena dapat mengganggu mental psikologi pembelajaran siswa. Seharusnya guru lebih kreatif untuk menanggulangi bagaimana metode agar bisa menyeimbangkan perbedaan kemampuan yang ada dalam satu kelas.
2. Skala penilaian tersebut baik, akan tetapi penilaian pada kelas multiple Intelligence sangat diharapkan menggunakan skala yang besar agar dapat dinilai secara detail kemampuan tiap-tiap siswa.
3. Alokasi waktu tersebut sudah cukup untuk anak SD, karena anak SD masih dikatakan dalam taraf belajar dan bermain. Oleh karena itu, alokasinya jangan terlalu lama agar siswa dapat diberikan kesempatan untuk bermain, supaya siswa tidak terlalu tertekan.
4. Kisaran angka yang relatif kecil sudah tepat untuk siswa SD, dikarenakan yang dibutuhkan dalam pembelajaran matematika adalah memahami konsep bukan hanya menghitung angka yang besar.
Refleksi Tentang Orang yang Paling Berbahaya di Dunia
Dari pendapat ibu Karina bahwa orang yang paling berbahaya di dunia adalah orang yang menghambat orang lain untuk mengeluarkan ide, berpendapat, berkreasi dan membangun diri sendiri. Akan tetapi menurut saya di dunia ini kita hidup bersosialisasi "Banyak yang bisa kita pelajari dari orang lain", akibatnya saya setengah setuju dengan pendapat ibu karina. Sesungguhnya guru juga dapat menjadi contoh buat siswanya, sehingga adakalanya siswa mengikuti guru pada kadar yang baik atau guru sebagai fasilitator. Antara Behaviorisme dan konstruktivisme harus bisa berjalan beriringan. Oleh karena itu, menurut saya orang yang paling berbahaya dimuka bumi adalah orang yang bersifat individual, hanya menganggap dirinya selalu yang benar dan tidak mau belajar dari orang lain.
Rabu, 07 Desember 2011
Sekolah Bertaraf Internasional
RSBI dan SBI, dua kata tersebut sangat membuming di pendidikan negara kita. akan tetapi saya masih bingung "konteks RSBI atau SBI" tersebut merupakan sekolah yang siswanya dan bukunya berbahasa inggris atau kurikulumnya mengikuti luar negeri/internasional??
Dilihat dari pengertian guru yang bertaraf internasional dan kepala sekolah yang bertaraf internasional mempunyai hubungan internasional atau dengan dunia global. Akan tetapi bagaimana dengan konteks sekolahnya atau manajemennya???
Hal ini perlu dikaji oleh SBI bersama stakeholder sekolah, masyarakat, pemerintah dan jejaring yang terlibat dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Dilihat dari pengertian guru yang bertaraf internasional dan kepala sekolah yang bertaraf internasional mempunyai hubungan internasional atau dengan dunia global. Akan tetapi bagaimana dengan konteks sekolahnya atau manajemennya???
Hal ini perlu dikaji oleh SBI bersama stakeholder sekolah, masyarakat, pemerintah dan jejaring yang terlibat dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Langganan:
Postingan (Atom)