Kamis, 08 Desember 2011
Permohonan Maaf Arogansi Filsafatku
Panggilan nama dengan sopan...??? itu yang selalu kita budayakan pada kehidupan kita dinegara tercinta ini. Akan tetapi bagaimana dengan para ahli atau para filsuf yang banyak mengkontribusikan ilmunya kepada kita atau generasi seterusnya, rasa hormat kita tidak hanya dengan panggilan yang sopan, tetapi dengan mempelajari dan memahami ilmu yang sebenarnya mereka berikan kepada kita. Sesungguhnya, panggilan dengan nama itu juga memberikan makna dekatnya kita dengan para filsuf melalui pemikiran mereka.
Surat Pembaca
Pendapat saya:
1. untuk mengelompokkan siswa yang lower itu kurang baik, karena dapat mengganggu mental psikologi pembelajaran siswa. Seharusnya guru lebih kreatif untuk menanggulangi bagaimana metode agar bisa menyeimbangkan perbedaan kemampuan yang ada dalam satu kelas.
2. Skala penilaian tersebut baik, akan tetapi penilaian pada kelas multiple Intelligence sangat diharapkan menggunakan skala yang besar agar dapat dinilai secara detail kemampuan tiap-tiap siswa.
3. Alokasi waktu tersebut sudah cukup untuk anak SD, karena anak SD masih dikatakan dalam taraf belajar dan bermain. Oleh karena itu, alokasinya jangan terlalu lama agar siswa dapat diberikan kesempatan untuk bermain, supaya siswa tidak terlalu tertekan.
4. Kisaran angka yang relatif kecil sudah tepat untuk siswa SD, dikarenakan yang dibutuhkan dalam pembelajaran matematika adalah memahami konsep bukan hanya menghitung angka yang besar.
1. untuk mengelompokkan siswa yang lower itu kurang baik, karena dapat mengganggu mental psikologi pembelajaran siswa. Seharusnya guru lebih kreatif untuk menanggulangi bagaimana metode agar bisa menyeimbangkan perbedaan kemampuan yang ada dalam satu kelas.
2. Skala penilaian tersebut baik, akan tetapi penilaian pada kelas multiple Intelligence sangat diharapkan menggunakan skala yang besar agar dapat dinilai secara detail kemampuan tiap-tiap siswa.
3. Alokasi waktu tersebut sudah cukup untuk anak SD, karena anak SD masih dikatakan dalam taraf belajar dan bermain. Oleh karena itu, alokasinya jangan terlalu lama agar siswa dapat diberikan kesempatan untuk bermain, supaya siswa tidak terlalu tertekan.
4. Kisaran angka yang relatif kecil sudah tepat untuk siswa SD, dikarenakan yang dibutuhkan dalam pembelajaran matematika adalah memahami konsep bukan hanya menghitung angka yang besar.
Refleksi Tentang Orang yang Paling Berbahaya di Dunia
Dari pendapat ibu Karina bahwa orang yang paling berbahaya di dunia adalah orang yang menghambat orang lain untuk mengeluarkan ide, berpendapat, berkreasi dan membangun diri sendiri. Akan tetapi menurut saya di dunia ini kita hidup bersosialisasi "Banyak yang bisa kita pelajari dari orang lain", akibatnya saya setengah setuju dengan pendapat ibu karina. Sesungguhnya guru juga dapat menjadi contoh buat siswanya, sehingga adakalanya siswa mengikuti guru pada kadar yang baik atau guru sebagai fasilitator. Antara Behaviorisme dan konstruktivisme harus bisa berjalan beriringan. Oleh karena itu, menurut saya orang yang paling berbahaya dimuka bumi adalah orang yang bersifat individual, hanya menganggap dirinya selalu yang benar dan tidak mau belajar dari orang lain.
Rabu, 07 Desember 2011
Sekolah Bertaraf Internasional
RSBI dan SBI, dua kata tersebut sangat membuming di pendidikan negara kita. akan tetapi saya masih bingung "konteks RSBI atau SBI" tersebut merupakan sekolah yang siswanya dan bukunya berbahasa inggris atau kurikulumnya mengikuti luar negeri/internasional??
Dilihat dari pengertian guru yang bertaraf internasional dan kepala sekolah yang bertaraf internasional mempunyai hubungan internasional atau dengan dunia global. Akan tetapi bagaimana dengan konteks sekolahnya atau manajemennya???
Hal ini perlu dikaji oleh SBI bersama stakeholder sekolah, masyarakat, pemerintah dan jejaring yang terlibat dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Dilihat dari pengertian guru yang bertaraf internasional dan kepala sekolah yang bertaraf internasional mempunyai hubungan internasional atau dengan dunia global. Akan tetapi bagaimana dengan konteks sekolahnya atau manajemennya???
Hal ini perlu dikaji oleh SBI bersama stakeholder sekolah, masyarakat, pemerintah dan jejaring yang terlibat dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Senin, 21 November 2011
Orang Paling Berbahaya di Dunia
Orang yang paling berbahaya di dunia secara berpikir filsafat adalah yang tidak bisa menggunakan pikirannya dalam memikirkan dunianya pada koridor adab yang baik dan hanya dapat memangsa ruang dan waktu, sehingga dapat berbahaya pada kehidupan dunia (berbagai komponen dunia) baik dirinya maupun orang lain.
Orang Paling Seksi Di Dunia
Menemukan Orang Paling Seksi secara Filsafati di Dunia. secara filsafat menemukan orang yang paling seksi dunia yaitu dengan cara membuka pikiran kita secara ekstensif dan intensif dalam keterkaitan dengan ruang dan waktu. Orang yang paling seksi dunia pada ruang dan waktu merupakan orang yang memiliki kekuasaan dalam mengolah pikirannya dengan ilmunya sesuai pada ruang dan waktunya.
Membangun Dunia
Dunia Filsafat merupakan sesuatu yang ada dan mungkin ada (pengertian dunia filsafat dalam pembelajaran filsafat ilmu). Oleh karena itu apa yang kita pikirkan dan tidak dapat dipikirkan itulah dunia. Apa yang disekitar kita dan diluar lingkungan kita itulah dunia. Dunia dapat berupa komponen sintesis dari anti-tesis dan tesis yang terkandung didalamnya. Jikalau ingin membangun dunia, maka bangunkanlah pikiran kita untuk memikirkan dunia itu. Dunia memiliki karakteristik dari komponen-komponennya masing-masing, sebagai contoh dunia pendidikan, dunia mahasiswa, dunia sekolah, dunia kerja dan banyak lagi dunia yang dapat kita pikirkan.
Dalam membangun dunia tersebut, pikiran kita harus dapat memasuki komponen yang ada pada dunia tersebut. Sehingga untuk membangun dunia dapat dilakukan dengan hukum "Aku" yaitu pikiran dan "Bukan Aku" yaitu diluar Pikiran.
Dalam membangun dunia tersebut, pikiran kita harus dapat memasuki komponen yang ada pada dunia tersebut. Sehingga untuk membangun dunia dapat dilakukan dengan hukum "Aku" yaitu pikiran dan "Bukan Aku" yaitu diluar Pikiran.
Langganan:
Postingan (Atom)